Rabu, 29 Juni 2011

Love in Germany


Sore itu, tepat pukul 16.00, aku berjalan keluar dari apartemenku untuk sekedar menghirup udara segar dan menikmati indahnya nuansa sore. Dengan jaket berbulu putih dan sepatu boots hitam, aku melangkah dengan penuh percaya diri. Ya, saat ikut aku memang merasa sangat nyaman dengan gaya pakaian yang aku kenakan. Dengan kerudung rapi yang menutupi mahkotaku, aku tetap bisa tampil trendy dan manis ;) Aura semangat dan ketenangan menghampiriku sore itu. Berjalan menyusuri toko-toko kecil di Hannover, memandangi nuansa “khas”nya yang benar-benar eksotis. Puas menyusuri tempat-tempat eksotis yang ada disekitar apartemenku, akupun berhenti disebuah kafe kecil untuk sekedar menikmati camilan khas Jerman.  “Pesan krakers mas” tanpa melihat menu, dengan cepat aku segera memilih menu kesukaanku yang memang biasa aku beli dikafe ini. Sambil menunggu pesanan datang, akupun membuka-buka daftar menu yang ada. Siapa tahu ada menu baru. Dan benar saja, ada menu baru yang ditawarkan oleh kafe ini. Sosis babi bumbu kari. Seketika itu pula ingatanku langsung melayang pada masa dua tahun silam. “Makanan khas Jerman apa kak?” dengan perasaan sumringah aku bertanya kepadanya. “Makanan khas Jerman ya? Hmmm,,,sosis Babi.hahaha” Dengan geli dia menjawab pertanyaanku. “Oh tidaaaak,,,gak mau yang itu kak,,,menu lain dong... :D” “Sup sosis babi..ahaha” “Yeee,,,same aje itu mah.” “Ya memang itu khasnya makanan Jerman. Disini yang sejenis sosis itulah yang jadi khas. Dan rata-rata sosisnya terbuat dari daging babi..wkwkwk” “Heee,,,yasudalah...hihi” Percakapan yang cukup indah untuk dikenang. Sederhana sebetulnya. Bahkan mungkin tidak ada yang istimewa sama sekali dari percakapan kami sore itu. Tidak istimewa baginya (mungkin). Tapi bagiku, percakapan siang itu adalah percakapan yang begitu istimewa. Itu adalah kali pertama kami janjian berdiskusi via chating. Sebelumnya kami sering berdiskusi lewat email. Berbagi cerita dan pengalaman satu sama lain.
Fathan Erlangga. Dia adalah pria yang aku kenal lewat facebook dua tahun yang lalu. Aku mengenal akunnya lewat akun facebook kakak kelasku yang saat itu mengambil studi disebuah fakultas kedokteran di kota Gottingen Jerman. Aku memang sudah lama terobsesi untuk melanjutkan studi di Jerman semenjak aku melihat foto-foto kakak kelasku itu. Desain bangunan di Jerman terlihat begitu menarik bagiku. Sejak saat itulah aku mulai jatuh hati dengan Jerman. Dan karena obsesiku itu pula lah aku memberanikan diri untuk meng add semua teman-teman kakak kelasku itu yang juga sedang melanjutkan studi di Jerman, dengan niat untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya terkait studi di Jerman.

Rabu, 06 April 2011

Love From Zero

"Love From Zero"

Ya, itulah kata yang begitu kuat tersimpan dalam otakku saat ini. Love from zero. Memulai cinta dari nol. Memulai mencintai dari titik paling dasar yaitu mencoba mencintai diri sendiri. Inilah yang aku pelajari setelah sekian lama menjelajahi cinta.

Benar,,, aku adalah seorang wanita yang sudah berulang kali gagal dalam cinta. Tiga kali gagal dalam cinta cukup membuatku sedikit trauma. Tapi dari kegagalan inilah aku banyak belajar. Dan kegagalan yang terakhir membuatku sadar bahwa aku memang belum siap untuk mencintai dan dicintai.

Cinta menuntut kedewasaan.

Apa itu kedewasaan?

Kedewasaan adalah sikap dimana seseorang dapat menerima dan merespon dengan "positif" segala hal yang dia terima, baik itu hal negatif maupun hal positif. Kedewasaan adalah kemampuan seseorang untuk bisa menggabungkan emosi dengan akalnya sehingga dia bisa memutuskan untuk melakukan sebuah tindakan terbaik yang dapat berdampak positif bagi dirinya maupun oranglain. Kedewasaan adalah kemampuan seseorang untuk dapat menggabungkan keegoisannya dengan keegoisan oranglain sehingga dia mampu mengambil haknya sekaligus memenuhi hak oranglain.

Dalam setiap peristiwa selalu ada peluang bagi kita untuk mengambil sikap dewasa karena sesungguhnya dalam setiap masalah selalu ada solusi terbaik. Namun kebanyakan dari kita cenderung buta akan kedewasaan karena selalu mendahulukan emosi dan keegoisan.